Loading...

Novita SRB dari Pesisir Timur Jambangan

 Cerita Inspiratif, Part 1

Novita

SRB dari Pesisir Timur Jambangan

Masyaallah... hujan hari ini tidak henti - hentinya, bergemuruh langit, berawan kehitaman, pertanda hujan tidak akan reda dalam waktu singkat, hati berharap, semoga beberapa jam kedepan, hujan ini bisa reda, sehingga jalan itu, jalan yang selalu ku lalui bisa cepat kering. 

“Kegalauan” terjadi di hati, karena hari ini merupakan ujian terakhir level 1 di pembatik, ku coba buka web nya lewat smartphone yang ku memiliki, cuman disconnect yang di dapat.

nasib bujur kaya  ini  jadinya..!! (pasrah)


Ooohh … ia ..,Kalian pasti penasaran dengan aku, serta kampungku kan...?

 kenalan - kenalan ..cie … hehehe... rese juga neh.

ehm… nama ku Novita, 

aku merupakan salah satu guru  SMA Negeri  2  Pulau Laut Kepulauan.

untuk menuju ke sekolah seh, biasanya naik kapal motor 1 jam dari tempat ku tinggal.

jadi aku dan tempat kerja ku itu terpisah oleh lautan bro…!!


Letak desa ku, pesisir timur kabupaten Kotabaru, Kerayaan nama nya, tepatnya di kaki gunung Jambangan.

 itu lo.. sebuah gunung tunggal yang menjadi ikon dari kota ku.


 satu lagi yang terkenal neh…?

kalian pernah ga melihat salah satu acara di channel youtube?

coba deh cari  tentang kota misteri yang terkenal di kalimantan Selatan

  nah letak desa dimana aku tinggal,

tepat bersebelahan dengan kota yang viral di dunia maya itu.


tapi kita... ga ah... kita lagi ga cerita tentang desa itu ya…?


So... Kalau kalian mau ke tempat ku, dari ibukota kabupaten, memakan waktu 6 jam perjalanan, heee… jauh bingit, ya!


wait..! Alam nya keren lo, ciri khas pantai di tempatku itu, merupakan pantai yang mempunyai hamparan karang yang banyak, kemarin seh, sering diadakan Katir Race, itu lo lomba perahu layar tradisional.

Jadi... kalau kalian kemari, bakal ke bayar deh lelah nya, sama panorama alam desa ku ini.

cukup ya perkenalan nya, kalo mau lanjut, chat wa aja...hahahaha….


Alhamdulillah… Hujan reda sesuai harapan dan doaku, 

Buru - buru bajuku, ku masukkan ke dalam tas ransel, biar ga kesorean di jalan, pikirku.

 tidak lupa juga, laptop sebagai senjata utama ku, untuk ber surfing ria di dunia maya, ku masukkan ke dalam tas.

   Kulihat jam yang terpasang di lengan kiri ku menunjukkan pukul setengah 2…

 go..go..go kata sepupu..

Dia yang hari ini, ku mintai tolong buat nemenin di jalan..

Cui… kata ku… kita ke batulicin aja lah,  cui… jadi lakas …(cui… kita ke Batulicin saja, jadi cepat)

Kita ka rumah unti aja..cui lah..

Oky… sisteh… rebes pokok nya…


        Seperti yang kubilang barusan,  hari ini merupakan hari terakhir waktu yang disiapkan panitia ujian di level 1 pembatik, aku sengaja mengambil waktu terakhir, biar ga “lemot” apalagi di tempat ku, sinya kurang mendukung.

 

Mana, habis hujan lebat seperti ini, pasti tidak memungkin kan, karena jaringan pasti tambah sulit, chat wa pun kadang terpending, mau tidak mau, aku harus ke tempat lain, yang akses internetnya lebih cepat. 


     Tekad bulat untuk menuntaskan soal level 1 membawa aku dan motor metik ku ke Batulicin, karena selisih waktu 3 jam lebih cepat dari pada ke ibukota kabupaten ku sendiri, meski harus naik kapal penyeberangan.


Kupacu motor matic kesayangan ku, dengan kondisi jalan yang becek dan lubang - lubang jalanan yang tertutup air, membuat perjalanan ku semakin terasa jauh.


  Hamparan gunung jambangan nan eksotis, serta luas nya perkebunan sawit menemani jalan ku siang itu, namun tetap ku jalani penuh semangat, se semangat tekad ku yang kuat untuk meningkatkan kompetensi diri, demi kemajuan daerah dimana aku tinggal.

Waktu terus berjalan, tibalah aku di pelabuhan penyeberangan tanjung serdang, salah satu akses pintu gerbang menuju daratan Kalimantan, rencana nya seh selama di Batulicin ini, aku bermalam di rumah kakak, selain melepas rasa rindu, sekalian nebeng untuk ujian pembatik level 1, biar aman akses internet nya, pikirku dalam hati.


        Tak menunggu lama, kini giliran antrian motorku untuk naik ke dalam kapal feri penyeberangan yang membawa ku berlayar ke Batulicin, selama di perjalanan, ku upayakan untuk membuka web LMS simpatik, melalui smartphone yang memiliki, bait demi bait kata dalam modul yang ada di LMS simpatik tersebut kubaca, membuat waktu perjalanan ku di dalam kapal itu tak terasa.


       bersandar kapal dalam sebuah dermaga, dimana dermaga itu  kelak menjadi saksi bisu perjuangan ku, terbayar sudah ketika tahap demi tahap semua level dari pembatik ku tuntaskan dengan baik, ada rasa bangga dalam hati ketika ketuntasan melewati tantangan itu mengalahkan ribuan peserta lain nya dari seluruh Indonesia.

      

Hari ini merupakan hari yang sangat mendebarkan bagiku, 

duduk terasa salah…

makan pun terasa pahit.... 

laksana pungguk yang merindukan bulan...

hahahaha..lebay bingit deh!!.

Hasil ujian pembatik level 3 hari ini diumumkan cui… 

nah...jadi gini… yang lulus di level 3 itu, akan lanjut ke level puncak neh ceritanya, yaitu level 4.

nah cuman, untuk bisa lajut di level itu, akan di ranking, di ambil 30 orang nilai tertinggi di level 3 tersebut,

 Bagi yang terpilih, maka dia akan berhak lanjut lagi untuk dinilai dan menjadi duta rumah belajar yang mewakili masing - masing provinsi nya.

      keren ga tu… keren kan.. so pasti lah… 

mereka yang berhasil masuk ke 30 besar itu, mereka yang memang punya talent di bidang teknologi pendidikan, yang menjadi bahan portofolio mereka di setiap level.

termasuk aku, kalu lah...hihihihihihihi


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nexs time lanjut part 2 ya...heeeee

Pernulis@Rafisrb2021tanbu 



0 Comments:

Post a Comment

Player

Archive

LAUCHING BUKU CERPEN SISWA KU

TUTORIAL Google Fom PPDB

Part 2