Loading...

KEGIATAN KU SEHARI-HARI

https://lh4.googleusercontent.com/g3xClQZSeB8LeO622l7EbaVGCoCZYGpg744KbT4iCU4U4G4DCnUulsWygdxKrQxOuvq-i7OTxi_tMbNO1HCEZroLQAYoEvYBZlSg2II_BsnBuciE-dYEzsNmLxnOD9gMC1FsdtVN90G4ODtyfA


PENGARANG CERITA:DAFFA ERVANSYAH.

Kelas 4


Krrrrriiiiiiig…krrrriiiiing…krrrriiiiing… suara bel jam dalam tidur ku berbunyi, menadakan jam 06.00 sesuai perjanjian ku pada jam itu, ia perjanjian aku dengan jam tidur ku, karena jam itu ku setting agar membangunkan ku tepat jam enam pagi, “eeeeaaahhhhhhh…..” aku meluruskan tubuh ku biar terasa segar, sebelum beranjak dari tempat tidur, aku selalu merapikan nya, kemudian membuka pintu jendela kamar ku, agar mentari pagi menyampaikan cahaya nya yang hangat kedalam seluruh isi rungan kamar ku.


Setelah aktifitas ku dikamar selesai, aku pun bergegas menuju dapur, ku lihat ibu telah lebih dulu bangun, ia sedang merebuskan air untuk ku mandi, karena aku tak tahan dengan dingin nya air di pagi hari yang tertampung di sebuah bak mandi,

 “heeee…. Malu juga seh, sudah sebesar ini takut dingin”

tapi mau bagai mana lagi”, 

“dari pada aku bersin bersin kena flu, heeeeee….”

fikir ku dalam hati. Sambil duduk duduk di sebuah meja tempat kami sering makan, kuperhatikan ibu ku penuh kesabaran menyiapkan keperluan kami disetiap pagi dari merebus air, memasak semua dilakukan nya dengan iklas.


“Daffa…. Tu air nya sudah ibu tuang kan dalam bak, cepat mandi, nanti kesiangan”

 Teriakan ibu membuyarkan lamunan ku

ia …bu…”  jawab ku, sambil melangkah menuju kamar mandi, aku pun mandi dengan semangat, setelah aktifitasku mandi selesai, ini yang menjadi kebiasaan buruk ku, heee….aku sering lupa bawa handuk, 

buuu….ambilin handuk dong”, teriak ku dari dalam kamar mandi, 

kamu ini kebiasaan, coba di ingat kalau mau mandi itu bawa handuk” 

Kata ibu ku, sambil berjalan mengambilkan handuk kering milik ku, 

neh… cepat handukan, terus pakai baju sekolah sana” kata ibuku, aku pun mengeringkan badan ku yang basah dengan handuk itu dan bergegas kekamar ku, kulihat baju seragam sekolah ku sudah rapi tergantung di lemari ku, baju putih merah yang wangi, baju yang selalu menemaniku selama di sekolah dasar.

“Oh ia lupa, kenalkan nama ku Daffa Ervansyah, aku siswa kelas 4A di SD Negeri 1 Batulicin, aku terkenal cowok yang paling rapi dikelas, setiap upacara hari senin, aku selalu jadi pemimpin pasukan, karena kata teman teman ku, aku paling cocok jadi pemimpin, meski aku gagal saat votting pemilihan ketua kelas, heee… tak apa lah, balum ada nasib jadi ketua kelas,sapa tau nanti kalau aku besar terpilih jadi bupati sesuai cita cita ku, haahahahahha…”

Matahari sudah memancarkan cahaya terangnya, seakan memberitahu ku bahwa waktu menunjukkan jam tujuh, ku ambil tas sekolah ku yang didalam nya penuh ilmu yang ingin ku perjelas dari guru ku dengan penjelasnya, kulangkahkan kaki ku penuh keyakinan keluar kamar tidur menuju pintu, didepan pintu, di sebuah rak tempat sepatu kulihat sepatuku menanti penuh harapan untuk di ajak ke sekolah, kupasang mulai dari kaki kanan pun sebalik nya.

“ibu … daffa berangkat kesekolah ya… ” teriak ku,

 ibu ku keluar menuju pintu, aku pun menyalaminya memohon doa agar ilmu yang kudapat hari ini akan bermakna dan bermanfaat, namun tidak lupa aku minta uang jajan …heeeeee


kukayuh sepeda ku dengan cepat menuju sekolah ku, jalan yang sepi dalam sebuah gang membuat ku bebas mengayuh kecepatan sepeda ini, hanya ada beberpa kendaraan yang melintas aktifitas yang sama, ada yang mengantar anak nya berangkat sekolah ada juga yang membeli sarapan di sebuah warung nasi, beragam aktifitas aku lihat selama dalam perjalanan menuju sekolah di pagi itu.


Ku kayuh dan ku kayuh pedal sepeda ku penuh semangat, keringat mengucur di kening ku, sebenar nya jarak antara rumah ku dengan sekolah tidak  lah jauh, hanya 5 blok dari tempat aku tinggal. Diluar pintu gerbang sekolah sudah ramai aktifitas para pelajar putih merah beraktifitas, ada yang jajan di luar pagar, ada yang masuk pagar menuju kelasnya, dan aku pun baru tiba di sekolah, ku parkirkan sepeda ku bawah pohon mangga disekolah, pohon mangga itu memang tempat favorit mereka memarkikan sepeda, entah sapa yang duluan, tapi memang tidak  ada guru  yang melarang, yang penting diparkir dengan rapi.


“Daffaaaa…. Daffa… ”’, 

terdengar jelas di telinga ku ketika Dinda, Ayu, Caca memanggil ku, serasa hari ini hari yang sangat indah, tapi sayang itu hanya imajinasi dan hayalan ku saja.

heee….”

dah ah…lajut, menghayal mulu”, 

dalam hati ku, kulangkah kan kaku  ku  menuju kelas, kelas ku berada di pojokan dekat pohon jambu,  bersebelahan dengan kelas satu, pokoknya paling pojok dah. Aktifitas belajarku hari ne cukup padat,  hari ne kami membuat poster tentang keragaman budaya daerah, kemaren siang persiapan tugas membuat poster  itu sudah kami lakukan secara berkelompok, dari mencari gambar gambar nya di internet, mencari kardus bekas buat bahan, karena bapak guru minta bahan nya dari barang bekas saja, hari ini tinggal merakit atau menempel poto2 dan menyampul kardus bekas  tersebut dari kertas bekas kalender.


tong…tong…ting, perhatian perhatian waktu nya masuk kelas, waktunya masuk kelas”, terdengar seluruh warga sekolah, dengan komando masing-masing ketua kelas, seluruh siswa berbaris rapi di depan kelas masing masing, terdengar teriakan para ketua kelas menyiapkan seluruh anggota kelas, 

siap grak… lencang depan grak, siap grak, istirahat ditempat grak”,

Suara itu menggema di seluruh wilayah sekolah, teriakan komando dari para ketua kelas itu tujuan nya untuk meningkatkan semangat para pejuang pencari ilmu untuk selalu semangat selain itu bagi kelompok yang berbaris rapi dia yang akan masuk kelas lebih dulu.


Kecerian dan semangat terpampang di wajah kami hari itu, persiapan tugas dari guru sudah direncanakan dengan matang, tibalah saatnya  kami mengerjakan perintah itu sesuai rencana yang sudah rencanakan. Kesibukan kami hari itu dari mengerjakan tugas dan melanjutkan pelajaran lain penuh dengan semangat, sampai sampai tidak terasa jam menunjukan jam pulang, yel yel setelah berdoa persiapan pulang sekolah membuat kami rindu di hari esok untuk bersekolah, tidak hanya ilmu yang di dapat, akan tetapi pengalaman belajar yang mengasikan membuat kami betah di kelas.


Aku bergeges menuju tempat sepeda ku parkir,  aku ingin cepat pulang bukan tampa alasan, perut ku sudah sangat lapar, dan lagi hari ini ibu  berjani memasakkan masakan kesukaan ku, saat aku mulai mengayuh sepeda kau,

Daffaaaaaaaa,,,,,” teriak Rafi

Aku pun buru buru menghapirinya dengan sepeda ku.

“apa ….”  Sapa ku 

“ hari ini jadi  kan main bola,  kalo jadi nanti WA aku ya”

“ia…..” 

jawab ku singkat, aku langsung meninggalkan Rafi yang masih kebinggungan dengan tingkah ku hari itu,  ku kayuh sepeda ku menjauh dari pintu gerbang sekolah, perlahan gerbang itu hilang dari pandangan ku,  bukan gerbang nya yang lenyap, akan tetapi laju jalan sepeda ku yang ku kayuh menyebabkannya. 


Setelah sampai dirumah aku lepas sepatu dan menaruhnya di tempat sepatu lalu aku mengucapkan salam masuk ke rumah, Aku lepas semua baju sekolah ku dan mengganti dengan baju kaos sambil berbaring aku menonton televisi dan aku selalu ketiduran, jam 15.00 aku di bangunkan ibu untuk berangkat mengaji. disitu aku bertemu dengan teman teman ku. Aku sangat senang bertemu mereka. Jam 17.00 pulang mengaji. sehabis pulang aku bermain sepak bola sama teman teman tapi aku sedih karena teman ku satu pergi mondok, nama ya ka Ifran Aku sangat rindu dengan ya, sudah lama aku tidak bertemu dengan ya, biasanya yang membuat ku semangat main bola karena ada ka ifran. Setelah ka ifran modok kami pun jarang main bola.


Hari pun mulai senja, suara lantunan ayat ayat suci Al Quran menggemba dari sebuah mesjid dekat rumah, aku pun bergegas untuk mandi, karena aku mau pergi ke mesjid untuk sholat magrib, tidak lupa aku minta uang jajan untuk beli makan sehabis sholat magrib, Sesampai di masjid aku sholat dan habis sholat aku makan di tempat langganan aku makan. Tidak lama adzan isya pun berkumandang. Aku pun segera ke masjid untuk sholat isya.. Setelah selesai sholat isya aku pun pulang dan sesampai dirumah, aku pun mengucapkan salam. Ibu pun segera membukakan pintu untuk ku masuk ke rumah, aku berbaring sambil melihat handphone ku sebentar, setelah itu aku pun tertidur. 

Malam pun berlalu, dan pagi hari aku bagun, aku merasa tidak enak  badan, terasa sakit semua, batuk, demam dan pilek menghampiri ku,  Tapi aku tidak mau manja aku pun paksakan untuk mandi dan pergi kesekolah dan aku tidak mau ketinggalan pelajaran. Namun pada hari itu aku tidak sendiri kesekolah, aku di antar oleh ayah ku. Aktifitas ku di sekolah tidak terlalu mengasikan, karena kondisi ku yang mulai tidak enak badan sedari pagi, tiba waktunya pulang sekolah, kulihat ayah ku udah menantiku dengan sabar di pintu gerbang sekolah, sebelum pulang kerumah, ayah mengajak ku ke apotik untuk membeli obat buat aku, sesampainya dirumah sehabis makan, aku meminum obat yang kami beli tadi, mataku mulai mengantuk mungki efek dari obat yang kuminum tadi dan akhirnya akupun terlelap dalam tertidurku.

 terbangun aku dari tidur kulihat jam dikamar ku,  menujnjukkan melihat ibuku mencuci pakaian dan aku menghampiri ibuku dan aku berkata "ibu apakah ada yang bisa kubantu ibu"

Ibuku menjawab "tidak usah nak kamu kan lagi kurang enak badan"

Aku pun berkata "tidak apa bu aku sudah mendingan habis minum obat tadi"

Dan kata ibu "yaudah kalo memang kamu mau membantu ibu ambilah sepatu kamu  dan adikmu dan cucilah sampai bersih".


0 Comments:

Post a Comment

Player

Archive

LAUCHING BUKU CERPEN SISWA KU

TUTORIAL Google Fom PPDB

Part 2