Rafii Hamdi, S.Pd. SD
SD NEGERI 2 SARIGADUNG
Dalam dua kali satu tahun sekolah selalu melakukan pengevaluasian dan perekaman hasil belajar siswa secara serentak, tujuannya tidak lain adalah untuk mengetahui kemampuan kompetensi pengetahuan siswa selama enam bulan menyerap informasi yang disampaikan seorang guru, hasil dari itu selain bahan pelaporan kepada orang tua juga sebagai bahan refleksi guru dalam melaksanakan pembelajaran di semester berikutnya.
Namun refleksi tersebut belum mewakili perasaan dari siswa secara menyeluruh, maksudnya adalah hasil refleksi yang disimpulkan hanya berupa data-data atau nilai kumulatif siswa saja dalam menjawab sebuah pertanyaan baik dalam bentuk uraian maupun pilihan ganda, tanpa mengetahui kebutuhan siswa dalam sebuah proses kegiatan pembelajaran maupun mengetahui perasaan siswa terhadap sebuah mata pelajaran yang di suka maupun tidak di suka nya.
Ketika seorang guru ingin memperbaiki diri dalam proses kegiatan belajar mengajar, upayakan lah untuk mendengarkan keinginan siswa, beri sebuah forum yang mempunyai kesan terlepas dari proses belajar, agar mereka mampu mengeluarkan unek-unek atau isi hati mereka, ajak mereka mampu bicara dalam sebuah forum diskusi yg berbeda dari biasanya, agar mereka berkesan memiliki situasi tersebut, sehingga kemampuan mereka berkomunikasi dan bicara berjalan dengan lancar. Dengan menyediakan sebuah forum khusus untuk siswa berbicara hal tersebut akan mampu melatih mereka mengemukakan pendapat, melatih mereka berani untuk tampil. Ketika forum itu berjalan, banyak hal yang mereka sampaikan, baik keinginan cara belajar di kelas, maupun mata pelajaran yang di suka maupun tidak, maka berikan solusi terbaik serta beri mereka sebuah motivasi.
Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan (Tarigan, 2008:14).
Menurut penulis, mendidik bukan hanya memberikan atau menyampaikan materi saja, tapi mendidik mempunyai cakupan makna yang luas, mendidik merupakan sebuah perbuatan moral dan guru sebagai model yang memberikan contoh terbaik kepada siswanya, perbuatan moral bukan hanya dari perilaku guru yang digugu serta ditiru, tapi bagaimana guru mesti memiliki sikap demokratis dalam memimpin siswa nya di dalam kelas.
Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan menggulirkan kebijakan baru berupa " Merdeka Belajar", dengan program baru tersebut penulis memaknai perlunya mendengar mendengarkan siswa mengutarakan keinginan mereka dalam belajar, hal ini pula sejalan dengan teori pembelajaran behavioristik yang dikembangkan oleh Gage dan Berliner. Teori belajar behavioristik sendiri merupakan teori belajar yang lebih mengutamakan pada perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat adanya stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yang bertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon (Nahar, 2016).
Belajar tidak hanya mengumpulkan dan menghafal sebanyak mungkin informasi. Tetapi belajar juga dari mengamati, meniru, bereksperimen, melihat, mendengar, dan membaca. Ernest R. Hilgard dalam Introduction to Psychology menjelaskan pengertian belajar sebagai suatu proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan.
Kegiatan mendengarkan isi hati mereka dalam belajar sangat dirasa perlu, keragaman kemampuan siswa dalam menyerap sebuah materi mata pelajaran berbeda-beda, serta kebutuhan belajar mereka di kelas juga perlu didengar, memberi kesempatan mereka berbicara menyampaikan isi hati nya tersebut akan mampu membuat refleksi guru akan lebih baik, selain itu dengan mendengarkan keinginan mereka dalam belajar, maka akan tercipta sebuah kesepakatan-kesepakatan antara guru dan siswa yang nantinya akan menjadi acuan dalam sebuah proses kegiatan belajar mengajar.






0 Comments:
Post a Comment