Loading...

Kai Su Anang si Pelestari Budaya Banjar (Sinopsis Pantomim)




Kisah ini bercerita tentang kai su
anang, ketika masih muda, kai su anang merupakan seorang seniman khas Banjar,
dia bisa memainkan beberapa alat musik tradisional khas banjar diantaranya
babun, serunai dan panting, namun spesialis yang alat musik yang dimainkan nya
adalah panting, selain itu dia juga ahli dalam permainan khas daerah yaitu
balogo, pada masanya dia sering juara dalam setiap perlombaan balogo tersebut.
Akhir-akhir ini kai su anang mulai
resah, karena banyak anak muda sudah tidak mengenal lagi alat musik dan
permainan daerah, sanggar musik yang didirikannya akhirnya sepi dari peminat,
hal ini dikarenakan anak-anak muda jaman sekarang lebih menyenangi hal-hal yang
berbau modern. Terlebih lagi anak-anak ya pun setelah dewasa dan berkeluarga
banyak yang merantau yg akhirnya dia tinggal sendiri dirumah.
Akhir-akhir ini kai su anang mulai
gundah gulana, dia masuk ke sebuah ruangan yang dijadikan nya sanggar yang
dipenuhi dengan alat musik tradisional milik nya, dia memperhatikan di
sekeliling dimana kejayaan nya bermain musik tempo dulu, namun tatapan nya begitu
sedih, sambil berjalan tertatih-tatih mencari tempat duduk, sambil menghela
nafas dia duduk di pojokan dekat alat musik panting dimana dia sering
memainkannya, diambilnya alat musik tersebut, di petiknya senar alat musik
tersebut, bosan mulai menghantui nya, dia pun bangkit dari duduk nya menuju
lemari-lemari yang penuh dengan foto-foto dan piagam penghargaan di tempat nya
satu demi satu, sampai tatapan matanya tertuju pada sebuah benda yang berupa
sebuah stik pemukul logo yaitu campa dan benda kecil berbentuk segitiga yaitu
logo.


Dia mulai memegang-megang dua alat
tersebut, dia pun mulai berpikir untuk memainkan nya, karena dia ingat ketika
dulu dia pernah jadi juara dalam permainan ini, kai su anang mulai ke pekarang
rumah nya, dia mulai meletakkan logo nya di tanah, dan dia pun mulai memukul
logo tersebut dengan campa yang di pegang nya, letak, pukulannya meleset hal
ini akibat matanya yang mulai kabur, namun ketika dia memukul kembali campa yg
di pegang nya, tapi sayang campa tersebut patah karena pukulan nya terlalu
keras, dia pun mulai sedih dan berharap ada orang yang bisa meneruskan kesenian
khas daerah banjar ini.
Karya : Rafii Hamdi

0 Comments:

Post a Comment

Player

Archive

LAUCHING BUKU CERPEN SISWA KU

TUTORIAL Google Fom PPDB

Part 2