Pengarang Rihadatul Aisyah
Kelas 4
“Hauuuummmmm….egrrrrrr…” terdengar dari kejauhan suara harimau mengaum, membuat seluruh binatang yang berada dihutan itu mulai lari tunggang langgang mencari tempat aman untuk bersembunyi, hutan yang tadinya ramai suara hewan kini sunyi senyap, seperti tak berpenghuni.
“kresek..kresek…kresek” harimau keluar dari semak semak, dia celingukkan kesana kemari mengarahkan pandangannya, mencari sesuatu yang bisa menjadi santapan lezat, harimau merupakan satu satunya hewan karnivora yang tinggal disitu, membuat hewan hewan penghuni hutan itu kadang was was dan selalu siap berlari jika tiba tiba harimau datang. Sudah beberapa hari ini harimau tidak mendapatkan santapan lezat untuk mengisi perutnya yang mulai kempes karena lapar, makin jarangan hewan di hutan itu karena banyak perburuan yang dilakukan manusia, menjadi persaingan terberat harimau untuk mendapatkan makanan.
Harimau terus bejalan diatara semak semak berharap ada binatang yang diketemukanya disitu, tak terasa sampailah dia di bantaran sungai yang berbatu, “ gluk … gluk …gluk”, suara harimau yang sedang minum karena kehausan, sebab, sedari tadi dia berjalan tak satu pun mangsa yang di dapatnya, setelah minum harimau itu duduk bersandar dipohon besar didekat sungai, hanya air yang didapat nya untuk melepas dahaga, namun rasa lapar yang dirasa masih ada.
Ditempat lain terlihat kancil yang baru bangun dari tidur nya, pagi itu ia terlihat kurang semangat, “kresek…kresek…kresek” ia keluar dari tempat tidurnya, “uuuuaaaaaaa... krek…krek” suara tulang tulang nya terdengar jelas ia melakukan perenggangan badan, sedikit gerakan senam dilakukan nya, “pagi yang cerah, tapi tak secerah hatiku”, gumam nya dalam hati, memalas pagi itu yang dirasakannya.
“ehem…ehm”, kering terasa tenggorokan nya, perasaan ingin sesuatu yang segar segera mengalir di tengorokan nya pagi itu,” haus…aku ingin minum” katanya dalam hati, melangkah lah ia menuju sungai dekat rumah nya, tidur yang lelap malam itu, membuat ia tidak tau apa yang sedang terjadi di pagi hari nya, lelah yang mendera setelah aktifitas berat nya kemaren, membuat ia sedikit kesiangan bagun, matahari pun sudah memancarkan rasa panasnya ketika ia bagun tadi.
Dengan memalas kancil menuju sungai, melewati semak semak, jalan pintas yang lebih dekat dan aman agar terhindar dari harimau pikirnya, langkah gontai yang sidikit menimbulkan suara rumput yang terinjak membangunkan kesadaran harimau yang sedang melamun dibawah pohon, hanyalan nya buyar, ia mempertajam pendengaran nya, mendengarkan suara semak semak dan rumput yang terijak, seperti suara sesuatu yang berjalan ke arah nya katanya, harimau pun berfikir dan mulai mengatur siasat, agar keberadaanya disitu tidak di ketahui, ia bersembunyi diantara pohon pohon disekitar sungai itu.
Dibalik persembunyai nya, harimau mulai berfokus diri, kalo benar itu tebakan nya, maka ia akan dapat makanan enak nan lezat pikir nya dalam hati. Sementara itu kancil terus melangkah tampa curiga sedikit pun, rasa haus membuat kesigapan nya terhadap bahaya hilang, seperti tidak akan terjadi apa apa, kancil terus melangkah menuju sungai, sesampainya di sungai, tampa berpikir lagi ia langsung melaksanakan niat nya untuk membasahi tenggorokannya yang kering, “gluk…gluk..gluk…ahhh”, suara kancil yang sedang minum.
Dibalik pohon harimau yang lapar itu sedang bersemangat mulai mengejar santapan nya, ia lari menuju ke arah kancil yang sedang minum, namun ada hal yang tak dapat di duganya, ketika ia mulai melompat, tak disangka kancil berbalik menandakan ia sudah selesai melepas dahaganya, dengan kejadian tak diduga itu, lompatan hariamu untuk menerkam kancil itu pun meleset, dan ia terecebur ke sungai yang berbatu yang tak ber arus deras.
Melihat kejadian itu, kancil pun bingung, ” apaan seh kamu, bikin aku terkejut saya”, kata kancil, meski gemetar dia berhadapan dengan harimau yang tercebur di sungai tadi. Kancil memang pemberani dan cerdik, meski dia tau yang dihadapannya se ekor harimau yang lapar, dia tidak akan kabur, sudah sering kejadian harimau ingin menerkam kacil, namun di akhiri dengan ke gagalan harimau, hal itu membuat harimau selalu penasaran, jadilah mereka seperti musuh babuyutan yang abadi, namun selalu harimau selalu mengalami kekalahan itu berkat kecerdikan kancil.
“ah..ternyata kamu cil, aku kira tadi si rusa”, kata harimau sedikit berkilah.
“emmm… kamu belum mandi ya, mau… sampai sampai bercebur gitu” kata kancil sedikit mengejek hariamu.
“gerrrrrr…..” harimau mulai rada marah.
“sudah ah, aku masih banyak urusan”, kancil pun pergi
Harimau mulai kesal, ia ingin kali ini dapat mengalahkan kancil, harmau pun mengatur siasat, ia diam beberapa saat, kemudian ia berteriak,”kancil …tunggu”, tampa menghiraukan terikan harimau kancil tetap berjalan menuju tempat tinggal nya, harimau pun berlari mengejar kancil, “kancil tunggu…tunggu kancil… aku ingin berdamai dengan kamu”, katanya lagi, kancil pun berhenti sejenak, dan berbalik, dengan sedikit tersengal sengal karena mangatur napasnya sehabis berlari mengejar kancil ”benar…ah..ah…benar…aku ingin berdamai dengan kamu”, “aku…aku tidak akan memakan kamu lagi, maupun semua binatang yang ada di dalam hutan ini, asal kan kamu mau berteman dengan ku”, sambung harimau.
Meraka pun berbicara dari hati kehati, melihat niat tulus harimau, kancil mulai luluh hatinya, dan ia mau bersahabat dengan harimau, asal harimau tidak mengganggu hewan hewan yang ada di hutan ini.
Kancil tidak merasa curiga apa pun terhadap harimau, “hahahha… kena kali ini kamu kancil, kali ini kamu pasti kalah, dan aku pasti akan dapan makanan lezat”, gumam nya dalam hati, sudah terbayang dalam pikiranya akan makanan yang enak dan lezat, meski ia harus bersabar dalam beberapa waktu.
Hari berganti hari, waktu pun berputar begitu cepat, harimau pun sudah tidak sabar lagi, sampai suatu malam emosi nya tidak terbendung lagi, ia pun berbicara sendiri, perang batin terjadi padanya, tanpa disadarinya kancil mendengar apa yang direncanakan harimau, kancil pun akhirnya tau ternyata persahabatan yang selama ini hanyalah siasat jahat harimau aja, agar mencari waktu untuk bisa memangsa dirinya, dengan sangat marah kancil pun berfikir akan membalas harimau, dia mengatur siasat agar mendahului niat jahat harimau agar seluruh binatang yang menghuni hutan ini bisa selamat.
Pada suatu waktu, kancil berjalan jalan disekitar hutan, ia berjalan sendiri sambil mencari buah buahan untuk dimakannya, tiba tiba dibalik rerumputan kancil melihat ada beberapa orang pemburu sedang membuat sesuatu, kancil memperhatikan dengan seksama apa yang sedang dilakukan pemburu itu, diperhatikan nya terus sampai pemburu itu selesai membuat sesuatu yang rupanya sebuah jebakan binatang yang berbentuk rumah, secara sepintas jebakan itu tak terlihat seperti jebakan, “eeemmmm…aha…”
rupanya kancil menemukan ide bagai mana cara mengusir harimau dari hutan.
Kancil buru buru pulang, sesampai dirumah di berteriak teriak memanggil harimau
“harimau … oi …harimau”.
“ada apa cil, aku disini”, sahut harimau di belakang rumah.
Bergegas kancil menghampiri harimau
“harimau…aku ada rencana mau pindah, rumah aku yang sekarang ini sudah tidak layak lagi, rumput rumput ya sudah mulai kering, dan lagi rumah ku ini sudah tidak cukup lagi buat kita berdua”. Bujuk kancil pada harimau.
“aaauuummmm….harimau mengaum, jadi kita harus pindah kemana cil ?”
Jawab harimau
“ tadi aku jalan jalan di hutan sebelah, suasanya enak banget, binatang yang lain sangat ramah pada ku, bagai mana kalau kita pinda ke sana aja” pinta kancil pada harimau. Mendengar banyak binatang harimau pun menyetujui rencana kancil untuk pindah kehutan sebelah.
Akhirnya mereka pun mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa ke rumah baru mereka
“ aha… harimau tidak curiga akan rencana ku”,
kata kancil dalam hati nya.
“ ayo … cil cepat, aku sudah tidak sabar ingin mendiami rumah baru kita” kata harimau, akhirnya dua sahabat itu pun bergegas menuju rumah baru yang diceritakan kancil.
Penuh kecerian mereka berjalan menyusuri jalan di dalam hutan, dalam hati harimau apa yang akan direncakananya akan terlaksana di rumah baru itu nanti, terlebih banyak binatang lain yang tentu akan jadi santapan nya, terbayang daging segar yang lejat, terbayar sudah kesabaran nya saat ini. Akhirnya sampailah mereka di tempat yang di tuju, terlihat rumah baru mereka yang lumayan besar dari rumah sebelum nya, tidak penuh curiga harimau pun masuk kedalam rumah barunya yang tidak lain adalah perangkap binatang yang dibuat pemburu.
“harimau… kamu rapikan dulu ya rumah baru kita, aku ingin mencari makanan untuk kita makan nanti”
“baik cil, aku akan merapikan dan menyiapkan tempat istirahat buat kita berdua”
Kancil pun pergi menuju kesuatu tempat yang tidak jauh dari perangkap yang sedang dibersihkan harimau, sebenarnya kancil tidak mencari makanan seperti apa yang di katanya pada harimau, ia hanya mengintip dari kejauhan apa yang akan terjadi pada harimau. Sementara harimau asik membersihkan perangkap yang dikira rumah baru nya itu, nampak semangka sekali harimau ketika membersihkan perangkap itu, sehingga menimbulkan getaran yang mengakibatkan pengait penutup jabakan itu lepas, mengakibatkan harimau terperangkap di dalam nya.
Harimau bingung, ia tidak tau bagai mana cara keluar dari perangkap yang dia kira rumah baru nya itu, dia mengaum ngaum sambil berteriak teriak memanggil kancil.
“kancil…kancil tolong aku, aku tidak bisa keluar…kancil” harimau berteriak sejadinya, melihat harimau terperangkap kancil sangat senang, dilihatnya kiri kanan belum ada pemburu yang mendatangi harimau yang sudah terperangkap itu, perlahan kancil mendekati jebakan yang didalamnya sudah ada harimau.
“hahahaha…itulah balasan nya bagi pembohong seperti kamu harimau”
“aku sudah tahu apa rencana jahat mu pada aku dan pada hewan lain di hutan ini, sekarang rasakan akibat nya”
“maafkan aku … kancil, bukan maksud aku ingin berbuat jahat”, kata harimau pada kancil.
“kresek…kresek…kresek”
Seperti langkah kaki yang sedang berjalan kearah nya, kancil pun lari tampa sepatah kata pun pada harimau, dan akhirnya harimau pun dibawa para pemburu.
-----TAMAT-----






0 Comments:
Post a Comment