Loading...

Peran Guru Dalam Pendidikan Abad 21


“Peran Guru tidak bisa tergantikan oleh Teknologi”, pernyataan yang sangat mendasar itu disebabkan karena kita dihadapkan dalam sebuah dilema teknologi informatika yang tidak bisa terbendung perkembangan nya, penyebabnya kontribusi terbesar dari mereka yang dulu dikenal dengan istilah generasi Gen Y atau lebih populer disebut generasi milenial (William Strauss dan Neil Howe). generasi - generasi yang terdeteksi dari awal kelahiran tahun 1980 an serta antara tahun kelahiran 1990 sampai dengan 2000 an sebagai akhir kelahiran, telah menjadi generasi emas yang mulai mengeksplorasi keterampilan nya di bidang teknologi khususnya informatika, mereka menjadi penyumbang yang sangat besar perannya dalam perubahan kehidupan di abad 21 ini.
Lalu bagaimana peran pendidikan dalam pesatnya arus teknologi informatika saat ini, apakah harus jalan di tempat atau harus mampu mengimbanginya?. Pendidikan tidak luput dari peran seorang guru, guru merupakan tulang punggung dalam meletakkan pondasi kemampuan berpikir peserta didiknya, kembali pada pernyataan diatas bahwa peran  seorang guru tidak bisa digantikan oleh apapun, karena seorang guru mempunyai indra yang lengkap dalam mendidik siswa nya, terutama dalam kasih sayang yang tulus, sama hal nya kasih sayang orang tua terhadap anaknya, rasa ini lah yang tidak bisa tergantikan oleh  teknologi apapun. Namun apakah peran guru itu hanya mampu sampai disitu, sementara generasi yang di didiknya sudah mempunyai pola pikir yang cenderung ke arah teknologi, ini yang mesti harus dipecahkan.
Dalam pendidikan abad 21 yang dirancang kementerian pendidikan dan kebudayaan, dalam proses pembelajaran telah terjadi perubahan pada peran guru dengan tujuan untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi global, sistem pola tatanan dunia kerja dimasa akan datang akan sangat tergantung dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pendidikan tradisional menganggap guru sebagai satu-satunya sumber informasi dan semua berpusat pada guru, pada pendidikan abad 21 peran guru itu berubah menjadi fasilitator, kolaborator, serta pembimbing dan teman belajar yang intinya memusatkan pembelajaran pada peserta didik.
Kegiatan guru yang hanya berceramah di depan kelas setiap hari untuk menjelaskan informasi yang ada di buku, pendidikan dengan pembelajaran tradisional ini dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan global saat ini. Guru merupakan ladang ilmu, maka dari itu guru harus selalu meng upgrade ke ilmuan nya dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, mengingat pada abad 21 akan terjadi perubahan yang sangat besar pada semua bidang kehidupan akibat dari adanya perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi baik teknologi informasi maupun komunikasi serta persaingan global, maka peserta didik dituntut harus memiliki keterampilan atau kecakapan abad 21. Oleh sebab itu, di dalam proses pembelajaran juga harus diarahkan untuk pencapaian keterampilan atau kecakapan tersebut. Keterampilan atau kecakapan yang harus dimiliki peserta didik yaitu: kualitas karakter, literasi dan kompetensi, selain itu kecakapan lain yang harus ditanamkan pagi institusi pendidikan di sekolah dasar adalah  melatih siswa untuk selalu menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pondasi keimanan, melatih siswa untuk berpikir kritis, melatih siswa untuk mampu memecahkan masalah, berkomunikasi dan melatih untuk mengkolaborasi kan konsep teori pelajaran ke dalam kehidupan sehari - hari, hal yang tidak kalah penting yaitu menanamkan pondasi-pondasi literasi kepada mereka.
Menurut Rohim, Bima dan Julian (UNY 2016) dalam modul penerapan pembelajaran abad 21. Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan bahwa tugas guru sebagai perancang pembelajaran dan fasilitator serta pengelola kelas maka tugas pentingnya adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detail dan mampu menjelaskan semua proses situasi yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
Memasukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking). Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan peserta didik untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada kecenderungan bahwa peserta didik hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisis, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka  kumpulkan sebelum menyelesaikan tugas dari guru.
Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning) serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun model kelas terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa peserta didik harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, peserta didik harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.
Integrasi Teknologi Sekolah dimana peserta didik dan guru mempunyai akses teknologi  yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, peserta
didik harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja.  Seringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu. Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional.





Publis: RadarMasin

Kolom UntukMu Guru 12 Mei 2019





0 Comments:

Post a Comment

Player

Archive

LAUCHING BUKU CERPEN SISWA KU

TUTORIAL Google Fom PPDB

Part 2