Loading...

Sekolah dan Keluarga Kekuatan dalam Membentengi Globalisasi Teknologi Digital


Oleh RAFII HAMDI

SD NEGERI 2 SARIGADUNG


Bicara tentang teknologi informatika tidak akan pernah habis nya, semakin maju peradaban maka, semakin berkembang cepat juga hal tersebut, bagi mereka yang  mampu memanfaatkan nya, merupakan sebuah magnet untuk mendapatkan penghasilan, yang hasilnya tidak bisa dibilang sedikit. Namun ada juga mereka yang gagal dalam memaknai dan memanfaatkan teknologi tersebut, plus minus teknologi selalu menjadi perdebatan bagi umat manusia. 


Dengan adanya plus minus pemanfaatan teknologi informatika tersebut apakah  membuat kita mesti menjauhkan nya bahkan melarangnya untuk anak-anak kita, sementara teknologi tersebut sudah menjadi bagian kehidupan (lifestyle) yang tidak bisa diindahkan lagi, hal ini kembali pada peran keluarga, orang tua mesti mampu membaca situasi kondisi psikologi anak, pada usia berapa kematangan berpikir anak untuk bisa diberikan fasilitas teknologi itu, karena kemampuan keluargalah yang memberikan fasilitas gawai sebagai media akses  komunikasi dan informasi kepada anaknya, ketika keinginan tersebut dipenuhi, orang tua tentu sudah mengetahui dampak baik dan buruk ketika gawai atau gadget tersebut dimiliki anak. 


Menurut Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak pada Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Dermawan (18/5/2018), menjelaskan bawah usia ideal anak untuk memiliki gadget atau gawai pada umur 13 tahun,  pada  usia tersebut tingkat kematangan berfikir anak sudah mampu mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, namun menurutnya peran orang tua tetap harus mengawasi secara maksimal. 

 

Pendidikan modern saat ini, sudah mempunyai formula-formula yang relevan dalam memanfaatkan teknologi informatika tersebut agar lebih bermakna positif salah satunya konten media online yang dimiliki kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu  rumahbelajar.kemdikud.go.id, dalam konten media online tersebut banyak hal menarik bagi anak untuk bahan belajar dirumah. Sejalan dengan hal tersebut menurut Ekhsan Mukhtar M. Pd. Kepala BTIKP (Badan Teknologi Informasi dan Komunikasi) Provinsi Kalimantan Selatan dalam sebuah diklat Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi yang lalu, mengatakan bahwa pendidikan harus mampu berevolusi ke arah perkembangan zaman terlebih pada situasi sekarang memasuki era 4.0, guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu mengkonversi cara mengajarnya dari yang biasa saja ke arah yang lebih modern sesuai perkembangan zaman, Kegiatan diklat pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi yang dilaksanakan untuk guru SD ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi digital. 


Memadukan kegiatan pembelajaran dengan gawai atau gadget untuk mengalihkan pemikiran dan perhatian anak terhadap hal-hal yang tidak baik seperti game online, penyalahgunaan fasilitas perekam video yang tidak baik, dengan menyibukan diri mereka dengan aktivitas belajar online dan offline membuat mereka merasa tidak bosan dalam kegiatan belajar, kemudian bagaimana memanfaatkan fasilitas perekam video yang kreatif yang dapat menjadi bahan belajar, selain itu dengan memberikan motivasi terhadap pemikiran pemanfaatan gawai yang baik serta, memotivasi agar mereka kreatif dan inovatif dalam menggunakan gawai atau Gadget yang mereka miliki, namun apa yang  dijelaskan diatas peran orang tua harus lebih optimal memberikan pengawasan ketika dirumah, dan sekolah berperan sebagai motivator dan tutor mereka dalam pemanfaatan teknologi dengan baik,  namun guru sebagai mentor di sekolah mesti mempunyai kemampuan yang kreatif serta keahlian di bidang teknologi informatika sehingga mampu mengkolaborasikan serta mengelaborasi antara pembelajaran  konservatif dan teknologi.


Disekolah banyak aktivitas yang dapat "memompa" pemikiran kreatif siswa, aktivitas belajar inovatif dan kreatif yang melibatkan seluruh fungsi motorik anak dengan memadu padankan teknologi sebagai alat penengah dalam proses menggali informasi pelajaran akan bisa mengeksplorasi kemampuan siswa dalam belajar. Mengkolaborasi teknologi dengan pembelajaran bisa menjadi penyemangat dan menumbuhkan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) sebab dalam prosesnya akan terdapat literasi yang salah satunya adalah literasi digital, dan itu merupakan ciri perilaku anak milenial yang menyukai hal-hal yang bersifat online. Gawai atau gadget bisa menjadi pilihan alternatif bagi mereka untuk berliterasi yang dulunya hanya buku-buku. memadukan teknologi akan lebih mampu merangsang (stimulus) anak untuk menggali lebih dalam materi pelajaran yang ada di buku dengan tampilan yang lebih menarik. 


Pendidikan merupakan sebuah pintu gerbang transformasi ilmu, pendidikan juga merupakan tempat bagi siswanya untuk mengolah pikiran dan perilaku yang berakal budi pekerti, sehingga transformasi ilmu berjalan sesuai arah yang lebih bermakna bagi kehidupan siswa nya kelak, relevansi pemanfaatan gawai atau alat komunikasi gadget sebagai media pembelajaran dirasa sangat perlu di masa sekarang, tujuannya tidak lain agar  siswa mampu memanfaatkan semua akses fasilitas didalamnya dengan benar, banyak hal lain yang perlu digali dalamnya,  tidak hanya sebatas chatting an dan game online serta hal lain yang dapat merugikan nya, masih banyak  aktivitas daring yang dapat mengasah kreatifitas siswa dan itu peran kita semua untuk membuka wawasan dan memberikan informasi kepada siswa, perlahan ubah pemikiran mereka dari hanya pemikiran konsumtif menjadi pemikiran yang produktif untuk menghasilkan karya imajinatif. 





0 Comments:

Post a Comment

Player

Archive

LAUCHING BUKU CERPEN SISWA KU

TUTORIAL Google Fom PPDB

Part 2