Loading...

Buku Karya Produk Dari Hasil Literasi


Rendahnya minat baca menjadi momok tersendiri bagi bangsa ini, hal ini memunculkan berbagai program dari pemerintah khususnya kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk menggenjot minat baca tersebut, salah satu program yang saat ini digaungkan adalah Gerakan Literasi, yang dimasukkan dalam muatan pembelajaran kurikulum 2013 dengan kegiatan membaca 15 menit sebelum dimulai pembelajaran, (Permendikbud Nomor 23 tahun 2015).

Pada dasar nya literasi menurut para ahli adalah bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis namun menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dapat membuat seseorang memiliki keterampilan untuk berpikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks, mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu mengembangkan potensi dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat: Alberta (2009).

Dalam suatu kesempatan pada saat workshop literasi tentang salah satu produk dari hasil literasi berupa buku karya, membuat penulis sangat tertarik untuk mengulas dan membagi ilmu tentang salah satu hasil dari produk literasi tersebut, karena bisa di inovasikan menjadi alat peraga dalam menjelaskan sebuah materi dalam pembelajaran. 

literasi bukan saja mengasah atau menumbuhkan minat membaca siswa semata, tapi bagaimana agar minat baca itu terus berkelanjutan dan menjadi sebuah kebiasaan bagi siswa, salah satu cara dengan melatih siswa untuk membuat produk dari hasil yang dibaca, misal seperti cerpen, dongeng ataupun buku karya. 

Setiap siswa mempunyai kemampuan masing-masing dalam mengeksplorasi apa yang ada di dalam pikirannya, dari hasil apa yang mereka baca, mereka lihat dan mereka rasakan, diantaranya ada yang suka menulis, ada yang suka menggambar. Tugas kita sebagai pendidik lah  yang harus mampu mengeluarkan keahlian siswa tersebut dari pikiranya, contoh ada siswa senang mencoret-coret bukunya dengan hal-hal yang kadang susah dimengerti, dengan kebiasaan unik tersebut, dapat kita arahkan ke hal yang lebih bermakna yaitu dengan mengarahkan siswa tersebut untuk membuat buku karya.

Buku karya ini merupakan salah satu produk literasi berisi tentang sebuah cerita yang disisipi dengan gambar yang dibuat sendiri oleh siswa atau guru dan ini sangat baik diterapkan di sekolah dasar. Cerita yang diambil bisa berupa materi pelajaran, dongeng, cerpen dll. Turunan dari buku karya ini bisa berupa buku komik, atau buku cerita bergambar, namun dalam buku karya, gambar yang ditampilkan lebih besar dari cerita, sehingga ketika siswa mempresentasikan ke siswa lain atau guru menjelaskan materi pelajaran dengan buku karya, maka seperti sedang mendongeng. 

Dalam pembuatan buku karya ada beberapa aspek yang harus diperhatikan diantaranya, buku karya mempunyai judul dan isi uraian cerita, alur cerita berupa gambar dan tulisan, antara gambar serta cerita harus jelas dan besar dengan kertas ukuran A3, bisa dibuat di buku gambar ukuran besar, alur cerita harus mengandung nilai optimisme, bersifat inspiratif serta mengembangkan nilai imajinasi siswa, gradasi warna dari gambar harus konsisten dan tidak berubah-ubah, jumlah halaman cerita tidak lebih dari 10 halaman.

Cara menggunakan buku karya,  untuk meningkatkan pemahaman terhadap konteks bacaan yang terkandung dalam buku karya, terutama buku karya yang menceritakan materi pelajaran, hendaknya teks-teks bacaan harus ditutup dengan lembaran kertas, yang ditampilkan hanya gambar terlebih dahulu, kemudian biarkan siswa mengembangkan imajinasinya untuk memahami gambar yang di perlihatkan, terutama di lembar awal pada bagian judul, untuk meningkatkan pemaham siswa, biarkan judul ditutup dengan kertas, kemudian biarkan siswa mengutarakan pendapat nya terlebih dahulu, judul apa yang sesuai dengan gambar yang diperlihatkan, setelah semua siswa berusaha mulai menebak judul, baru guru membuka tutup dari judul yang ditulis dengan huruf kapital secara perlahan huruf demi huruf, bisa juga guru membuat permainan tebak kata, semisal ketika awal huruf di buka, guru melontarkan pertanyaan, “ayo tebak, kalimat apa yang awal huruf nya di buka ini”, dengan dibuat permainan seperti itu siswa mulai memainkan imajinasi nya, dan tentu situasi kelas akan meriah, karena siswa mulai menebak-nebak kalimat, namun jika tebakkan siswa belum sesuai, lanjutkan lagi membuka huruf kedua secara perlahan, begitu seterusnya sampai semua judul sampul terbuka semua.

Dalam setiap metode pembelajaran pasti ada kelemahan dan kelebihan pada saat proses kegiatan berlangsung, efektifitas waktu tentu menjadi kendala, ketika kegiatan dibuat secara berkelompok dalam membuat buku karya, setiap anggota kelompok mempunyai pemikiran masing-masing, hal ini lah yang membuat durasi waktu dalam pembelajaran memanjang, tujuannya untuk menyamakan persepsi dan misi apa yang akan dibuat, namun demikian terdapat efek positif dari apa yang diungkap itu, siswa mampu mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya, siswa mampu  bekerja sama sehingga produk yang dihasilkan berdasarkan kesepakatan bersama, tinggal guru sebagai moderator mengarahkan dan menjadi penengah dalam perdebatan dalam setiap pembuatan produk yang diinginkan seperti buku karya ini. Berbeda jika guru yang membikin, tentu harus mempunyai kemampuan memahami isi cerita atau isi materi dan gambar apa yang sesuai dengan materi, gambar tidak mesti dibikin dengan cara manual, bisa juga dari gambar yang ada, yang diambil dari internet, gambar yang tidak berwarna kemudian diwarnai ulang, dan di tempel seperti montase, sehingga menjadi gambar baru sesuai materi yang akan disampaikan.

Adanya produk literasi yang diungkap ke siswa salah satunya Buku Karya, dapat menambah khazanah dan perbendaharaan hasil dari membaca, karena dengan membaca selain sebagai pintu gerbang ilmu dan menambah wawasan, diperkenalkanya buku karya ke siswa sebagai salah satu produk dari literasi maka siswa mempunyai pilihan dalam berketerampilan baik itu keterampilan menulis dan bercerita, maupun kartunis. 

Sejalan dengan hal tersebut diatas menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, (mahsun:2015) "Kegiatan literasi ini tidak hanya membaca, tetapi juga dilengkapi dengan kegiatan menulis yang harus dilandasi dengan keterampilan atau kiat untuk mengubah, meringkas, memodifikasi, menceritakan kembali, dan seterusnya”. Buku Karya merupakan modifikasi sebuah ringkasan, baik itu cerpen, teks bacaan dari sebuah materi pelajaran yang diubah kedalam bentuk gambar sesuai dengan pola kemampuan anak usia Sekolah Dasar. 

Selain itu guru juga bisa memanfaatkan buku karya sebagai media pembelajaran, dengan menggunakan buku karya sebagai sarana atau alat peraga untuk menjelaskan sebuah materi pelajaran, maka akan tercipta pembelajaran yang menyenangkan serta interaktif.


0 Comments:

Post a Comment

Player

Archive

LAUCHING BUKU CERPEN SISWA KU

TUTORIAL Google Fom PPDB

Part 2